Membentuk Postur Tubuh Ideal

Rabu, 06 April 2011


Postur tubuh akan terbentuk sesuai dengan cara Anda memperlakukan tubuh, entah itu dalam kondisi duduk, berdiri, berjalan, ataupun tidur. Menentukan postur tubuh yang tepat sangat penting sebab akan mengurangi ketegangan otot dan urat pada tubuh akibat postur tubuh yang membungkuk.
Memperbaiki postur tubuh yang terbiasa membungkuk bukan hanya meningkatkan kualitas penampilan Anda, tapi juga baik untuk kesehatan. Contohnya, mencegah kaku otot atau urat yang terpuntir akan mengurangi risiko terserang artritis atau radang sendi dan juga mengurangi beban kerja tulang.
Untuk menghindari postur tubuh yang salah, biasakan Anda memperlakukan tubuh Anda seperti ini:

1. Saat berdiri, tarik bahu Anda ke belakang dan tegakkan kepala Anda. Jangan membungkuk atau mengerutkan bahu.

2. Ikut kelas yoga. Beberapa posisi atau gerakan yoga akan meningkatkan fleksibilitas dan meningkatkan kekuatan otot serta posisi tubuh.

3. Duduk tegak tanpa bersandar. Tarik bahu ke belakang, tegakkan punggung, dan tempatkan posisi bokong Anda pada bagian pojok kursi. Tempatkan kaki menyentuh lantai dengan tumit membentuk lekuk 90 derajat.

4. Atur posisi atau lekukan punggung Anda saat tidur. Gunakan matras, jangan menggunakan kasur kapuk yang akan membuat tulang punggung Anda melengkung ke belakang.

5. Jangan membungkukkan pinggang saat mengangkat barang berat.

6. Jaga aktivitas. Jangan melakukan aktivitas yang menyebabkan sakit punggung. Berat badan yang hilang terlalu ekstrem juga bisa menyebabkan tulang rapuh. Konsumsi makanan berkalsium dan vitamin D agar tulang bisa menyerap kalsium secara maksimal.

Tips dan peringatan:
* Ganti posisi duduk Anda setiap 30 menit. Jangan duduk dengan posisi yang sama selama berjam-jam. Berjalan-jalanlah sebentar untuk menghindari kram kaki.
* Atur posisi kursi Anda sehingga posisi lutut lebih tinggi dari pinggul.
* Tidur menggunakan matras yang melengkung akan menyebabkan kaku dan tegang pada leher serta salah urat.
* Duduk di kursi yang melengkung akan membuat sakit punggung.  

a Menghitung Tubuh Ideal, Gemuk Atau Kurus ??

Saat ingin menurunkan berat badan, seseorang diharuskan untuk menghitung berapa indeks massa tubuhnya (BMI). Karena hasil dari perhitungan BMI ini bisa menentukan apakah seseorang sudah ideal, kurus atau termasuk kelebihan berat badan.
Cara untuk menghitung nilai indeks massa tubuh berdasarkan nilai tinggi dan berat badan yang dimiliki. Perhitungan ini berlaku sama untuk laki-laki maupun perempuan. Cara menghitungnya dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan tersebut.
Misalnya seseorang perempuan berusia 30 tahun memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 160 cm (1,6 meter). Cara menghitungnya pertama kali mengkuadratkan tinggi badan 1,6 X 1,6 hasilnya 2,56. Lalu nilai berat badan dibagi hasil perkalian dari tinggi badan yaitu 60 : 2,56 hasilnya 23,43. Berarti nilai BMI dari perempuan tersebut sebesar 23,43 dan masuk ke dalam kelompok ideal/normal.
Kategori BMI adalah:
1. Nilai indeks massa tubuh kurang dari 19 tergolong ke dalam kelompok kurus.
2. Nilai 19-24,9 masuk ke dalam kelompok ideal.
3. Nilai antara 25-29,9 masuk kelompok kelebihan berat badan (gemuk).
4. Jika mencapai nilai 30 atau lebih maka orang tersebut masuk ke dalam kelompok obesitas.
Risiko kesehatan akan bertambah besar jika seseorang memiliki nilai indeks massa tubuh 25 atau lebih. Karena akan semakin besar kemungkinan orang tersebut terkena penyakit jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan berolahraga. Risiko kesehatan yang kemungkinan dimiliki oleh orang dengan nilai indeks massa tubuh di atas 25 adalah tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit jantung, stroke, diabetes, arthritis, sakit pinggang atau juga berhubungan dengan psikologisnya. Bagi yang memiliki indeks massa tubuh besar tidak ada salahnya untuk mulai melakukan diet yang sehat dengan mengurangi asupan kalori, perbanyak aktivitas fisik, menerapkan pola hidup yang sehat atau dengan berkonsultasi ke dokter gizi.
BMI merupakan salah satu alat untuk mengetahui apakah seseorang perlu melakukan diet atau tidak, tapi BMI ini hanya untuk melihat kelebihan berat badan akibat lemak. Jadi untuk orang yang berotot, atletis, ibu hamil, pembacaan BMI mungkin akan kurang tepat.

0 komentar: